Kamis, 18 Oktober 2012

penggunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran


NAMA  : NUR FEBRIANTO
NPM     : 19210778
KELAS : 3EA18




penggunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran

Faktor penting lain yang harus diperhitungkan ketika mengembangkan strategi pemasaran untuk konsumen adalah "segmentasi pasar". Segmentasi pasar berarti membagi pelanggan potensial perusahaan ke dalam berbagai segmen atau kelompok (misalnya, berdasarkan usia, jenis kelamin, agama, lokasi, dll) dan kemudian memfokuskan strategi pemasaran pada satu atau lebih kelompok-kelompok. Bila menggunakan segmentasi pasar, penting untuk menentukan apa faktor-faktor yang akan dipertimbangkan. Faktor-faktor yang disebut variabel segmentasi. Variabel segmentasi perlu berhubungan dengan kebutuhan, penggunaan, atau perilaku terhadap produk atau jasa. Sebagai contoh, produsen gitar akustik akan paling mungkin segmen pasar berdasarkan usia, yaitu, strategi pemasaran mereka akan dirancang untuk menarik dan mempengaruhi remaja.
Sumber daya dan kemampuan perusahaan untuk menentukan jumlah dan ukuran segmen pasar yang mereka dapat berharap untuk menarik dengan strategi pemasaran mereka. Jenis produk dan layanan, serta variasi dalam kebutuhan pelanggan mereka, akan memainkan peran dalam ukuran dan jumlah segmen pasar yang ditargetkan. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu. Memilih variabel segmentasi yang tepat adalah bagian penting dalam penargetan pasar konsumen tertentu.
Segmentasi pasar merupakan tindakan untuk mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan bauran pemasaran yang tersendiri. Pada penelitian ini basis segmentasi yang digunakan adalah gaya hidup yang dapat mempengaruhi bauran pemasaran dan preferensi terhadap bauran pemasaran dari E-Commerce. Ini berarti basis segmentasi ini dilihat dari perilaku mereka terhadap bauran pemasaran. Dengan kesamaan karakteristik perilaku yang berpengaruh terhadap bauran pemasaran ini diharapkan setiap segmen yang terbentuk dapat didekati dengan penawaran yang tepat sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan dari masing-masing segmen.
Dari kedelapan elemen bauran pemasaran yang digunakan terdapat 6 elemen yang signifikan dalam membedakan antar segmen, yaitu produk, promosi, bukti fisik, komunitas, proses dan harga. Dua yang lain yaitu tempat dan perubahan ternyata untuk tingkat kepercayaan 95% tidak dapat digunakan untuk membedakan segmen. Ini berarti setiap segmen mempunyai preferensi bauran pemasaran yang sama terhadap kedua elemen tersebut.

Sumber: http://heidyblogs.blogspot.com/2011/10/perilaku-konsumen-dan-segmentasi-pasar.html?m=1

Perilaku konsumen terhadap perkembangan teknologi

NAMA  : NUR FEBRIANTO
NPM     :19210778
KELAS :3EA18


Perilaku konsumen terhadap perkembangan teknologi
Perilaku Konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan terus meningkat seiring dengan berkembangya zaman. Pada dasarnya manusia mengalami perubahan, yaitu modernisasi dan globalisasi.

Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat. sebagai contoh, masyarakat tidak mau lagi menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar atau alat untuk memasak, melainkan lebih memili kompor gas. Sedangkan globalisasi dapat dikatakan sebagai suatu proses masuk ke lingkungan dunia. Contohnya, internet maupun gadget yang semakin canggih.

Dengan seiring berkembangnya zaman, selera masyarakat semakin sama. Pada awalnya masing-masing daerah memiliki selera yang sangat berbeda. Orang jawa suka manis, tetapi orang padang suka pedas. Tetapi dengan semakin modern dan banyak produk luar negeri meluas ke masyarakat, Pizza pun menjadi makanan favorit di kalangan manapun.

Masyarakat Indonesia cenderung berpikir pendek dan tidak memiliki rencana. Dengan banyaknya produk baru yang di keluarkan akan semakin banyak pilihan. Masyarakat akan mudah terpengaruh dan selalu berganti produk. Pada kalangan menengah keatas, gengsi adalah faktor utama. Mereka akan rela mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya demi kepuasan dan gaya hidup mereka.

Di kalangan menengah kebawah, konsumen lebih memilih harga murah tetapi berkulitas. Pada keadaan ini, para marketer berlomba-lomba membuat produk yang baik dengan harga semurah-murahnya untuk menarik perhatian konsumen. Sebagian besar konsumen Indonesia berpikir jangka pendek, mereka lebih menyukai serba instant. Semua itu tidak lepas dari globalisasi. Para konsumen akan saling bersaing dengan gaya hidupnya dan mencapai kesuksesan serta materi.

Gengsi, murah, dan nyaman. 3 aspek itu di miliki hampir semua kalangan masyarakat. Konsumen lebih memilih belanja ke supermarket daripada pergi ke pasar. Harga produk di supemarket tidak jauh beda dengan pasar. Konsumen pun akan mudah memilih dan barang yang disediakan lebih lengkap. Konsumen akan mendapatkan kenyamanan berbelanja dan pelayanan yang baik.

Dengan semakin berkembangnya zaman dan teknologi canggih, akan memudahkan para marketer dalam dunia pemasaran Indonesia. Hal ini akan menguntungkan dunia pemasaran untuk mencapai profit sebesar-besarnya. Perilaku konsumen Indonesia menjadi tolak ukur dalam dunia pemasaran. Para marketer harus terus mengikuti perubahan perilaku konsumen, dengan selera dan kebutuhan masyarakat.

Sumber : http://www.crayonpedia.org

PERILAKU KONSUMEN

NAMA  : NUR FEBRIANTO
NPM     : 19210778
KELAS : 3EA18


Perilaku konsumen
Perilaku konsumen adalah proses dan aktifitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevalusian produk dan jasa demi memenuhi kebutujan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.
Pendekatan Perilaku Konsumen :

Perilaku Kardinal :

Pendekatan kardinal merupakan  kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan  yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung  pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.

Perilaku Ordinal :

Dalam Pendekatan Ordinal daya  guna  suatu barang tidak  perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang

Sumber: http://pengetahuanberharga.blogspot.com/2011/04/apa-yang-dimaksud-dengan-perilaku.html?m=1